Monday, January 11, 2016

TEORI PRODUKSI
MASALAH PRODUKSI BERAS BIDANG PERTANIAN


 









Disusun dan diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro
Prodi Manajemen
STIE YASA ANGGANA

Disusun Oleh:
Kelompok 2
Kelas :
1c
Semester 1



PROGRAM STUDI MANAJEMEN
STIE YASA ANGGANA
GARUT
2015


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah berkenan memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kami sehingga makalah teori produksi tentang masalah produksi beras setiap satu kali panen ini dapat terselesaikan.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang apa itu Teori Produksi dan masalah – masalah yang ada pada teori produksi, yang kami sajikan berdasarkan referensi dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Kami menyadari bahwa Makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu kritik serta saran yang membangun sangat Kami harapkan.
Akhir kata, kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam pembuatan Karya Ilmiah ini, semoga Makalah ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi penulis khususnya dan para pembaca pada umumnya.
07 Desember 2015
  Penyusun











DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan, terdiri dari:
1.1  Latar Belakang
1.2  Rumusan Masalah
1.3  Batasan Masalah
1.4  Tujuan Penelitian
1.5  Manfaat Penelitian
1.6  Sistematika Penelitian
Bab II Kajian Pustaka, terdiri dari:
·         Kajian Pustaka
·         Pengertian Teori Produksi
·         Pengertian Produksi Menurut Para Ahli
·         Teori Produksi dalam Islam
·         Fungsi produksi
·         Faktor Teori Produksi
·         Faktor Produksi menurut Islam
·         Jangka waktu produksi
·         Produksi Jangka Pendek
·         Produksi Jangka Panjang
·         Dimensi Jangka Pendek dan Panjang
·         Tahap-tahap produksi
·         Produksi dengan satu variable
·         Produksi dengan lebih dari satu
·         Pengaruh faktor variable dan tetap
·         Garis perluasan produksi
·         Perubahan harga faktor produksi
·         Sejarah tanaman padi
·         Klasifikasi tanaman padi
·         Teknik budi daya

Bab III Pembahasan, terdiri dari:
·         Pembahasan tentang kasus yang ditemui
·         GAP antara teori dan praktek
·         Pembahasan dari penyelesaian/solusi
Bab IV Kesimpulan dan Saran, terdiri dari:
·         Kesimpulan
·         Saran
Daftar Pustaka
Lampiran

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Produksi adalah sebuah proses yang telah terlahir di muka bumi ini semenjak manusia menghuni planet ini. Produksi sangat prinsip bagi kelangsungan hidup dan juga peradaban manusia dan bumi. Sesungguhnya produksi lahir dan tumbuh dari menyatunyamanusia dengan alam.

Kegiatan produksi merupakan mata rantai dari konsumsi dan distribusi. Kegiatan produksilah yang menghasikan barang dan jasa, kemudiandikonsumsi oleh para konsumen. Tanpa produksi maka kegiatan ekonomi akan berhenti, begitu pula sebaliknya. Untuk menghasilkan barang dan jasa kegiatan produksimelibatkan banyak faktor produksi.

Fungsi produksi menggambarkan hubungan antar  jumlah input dengan output yang dapat dihasilkan dalam satu waktu periode tertentu. Dalam teori produksi memberikan penjelasan tentang perilaku produsen tentang perilaku produsen dalam memaksimalkan keuntungannya maupun mengoptimalkan efisiensi produksinya. Dimana Islam mengakui pemilikian pribadi dalam batas-batas tertentutermasuk pemilikan alat produksi, akan tetapi hak tersebut tidak mutlak.

Proses produksi dibidang pertanian sangatlah penting, karena proses produksi akan menentukan hasil dari pertanian tersebut, dimisalkan apabila produksi beras bisa naik atau turun dikarenakan oleh bagaimana petani bisa menerapkan dan melaksanakan proses produksi pada saat input produksinya yaitu pemilihan benih padinya kemudian proses perawatannya sehingga menjadikan output padi yang berkualitas.

1.2  Rumusan Masalah

Dalam makalah Masalah Produksi Beras persatukali panen ini penulis merumuskan rumusan masalah, adalah sebagai berikut :

1.      Kenapa ada Masalah kenaikan dan penurunan produksi beras dalam satu kali panen ?

2.      Bagaimana pengaruh faktor produksi terhadap kenaikan dan penurunan produksi beras dalam satu kali panen ?

3.      Bagaimana GAP antara teori dan Praktik dalam produksi beras ?

4.      Bagaimana solusi dari masalah produksi beras berdaarkan mahasiswa & pemerintah ?

1.3  Batasan Masalah

Penulis membatasi makalah ini seputar :

1.      Masalah – Masalah Produksi terutama di bidang pertanian dalam produksi beras

2.      Pengaruh faktor produksi terhadap kenaikan dan penurunan produksi beras dalam satu kali panen

3.      GAP antara teori dan Praktik dalam produksi beras

4.      Cara menanggulangi masalah – masalah Produksi

1.4  Tujuan Penelitian

Tujuan yang di capai dalam penulisan makalah ini, antara lain :

1.      Untuk mengetahui masalah – masalah produksi terutama di bidang pertanian dalam produksi beras

2.      Untuk mengetahui faktor produksi terhadap kenaikan dan penurunan produksi beras dalam satu kali panen

3.      Untuk mengetahui GAP antara teori dan Praktik dalam produksi beras

4.      Untuk mengetahui cara menanggulangi masalah – masalah Produksi

1.5  Manfaat Penlitian

Manfaat dalam makalah ini adalah :

1.      Dapat mengetahui masalah – masalah produksi terutama di bidang pertanian dalam produksi beras lebih dalam lagi

2.      Dapat mengetahui faktor produksi terhadap kenaikan dan penurunan produksi beras dalam satu kali panen

3.      Dapat mengetahui GAP antara teori dan Praktik dalam produksi beras

4.      Dapat mengetahui cara menanggulangi masalah – masalah Produksi

1.6 Sistematika Penelitian

Untuk memudahkan para pembaca penulis menyusun makalah ini dalam beberapa bab, yaitu :

Kata Pengantar

Daftar Isi

Bab I Pendahuluan, terdiri dari:

·         Latar Belakang

·         Rumusan Masalah

·         Batasan Masalah

·         Tujuan Penelitian

·         Manfaat Penelitian

Bab II Kajian Pustaka, terdiri dari:

·         Kajian Pustaka

·         Pengertian Teori Produksi

·         Fungsi produksi

·         Jangka waktu produksi

·         Tahap-tahap produksi

·         Produksi dengan satu variable

·         Produksi dengan lebih dari satru produksi

·         Pengaruh faktor variable dan tetap

·         Garis perluasan produksi

·         Perubahan harga faktor produksi

Bab III Pembahasan, terdiri dari:

·         Pembahasan tentang kasus yang ditemui

·         GAP antara teori dan praktek

·         Pembahasan dari penyelesaian/solusi dari kasus yg ada (diliat dari 2 sisi sebagai mahasiswa dan dari pemerintah)

Bab IV Kesimpulan dan Saran, terdiri dari:

Kesimpulan

Saran

Daftar Pustaka

Lampiran

 


BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Kajian Pustaka

Dalam makalah ini penulis akan membagi kedalam dua pembahasan, yaitu pembahaasan teori produksi dan praktik dalam kehidupan nyata yaitu membahas tentang proses produksi dalam bidang pertanian tentang produksi beras.

Untuk pembahasan teori produksi yang akan di bahas adalah pengertian teori produksi, pengertian menurut para ahli ekonomi dan pengertian teori produksi menurut syariat islam. Juga akan membahas Fungsi produksi, angka waktu produksi, Tahap-tahap produksi, Produksi dengan satu variable, Produksi dengan lebih dari satru produksi, Pengaruh faktor variable dan tetap, Garis perluasan produksi, Perubahan harga faktor produksi.

Sedangkan dalam praktik proses produksi pada kehidupan nyata akan membahas tentang proses produksi dalam bidang pertanian tentang produksi beras, bagaimana cara membudidayakan padi dan bagaimana cara memproses produksi padi pada saat input produksinya yaitu pemilihan benih padinya kemudian proses perawatannya sehingga menjadikan output padi yang berkualitas.

2.2 Pengertian Teori Produksi

Teori produksi adalah studi tentang produksi atau proses ekonomi untuk mengubah faktor produksi (input) menjadi hasil produksi (output). Produksi menggunakan sumber daya untuk menciptakan barang atau jasa yang sesuai untuk digunakan.

Teori produksi merupakan teori pemilihan atas berbagai alternatif, terutama menyangkut keputusan yang diambil oleh seorang produsen dalam menentukan pilihan atas alternatif-alternatif yang ada. Produsen berusaha dalam memaksimalkan produksi yang dapat dicapainya dengan suatu kendala biaya tertentu agar dapat dihasilkan keuntungan yang maksimal.

Produksi juga merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang.Dalam melakukan kegiatan produksi maka harus mempunyai landasan teknis yang didalam teori ekonomi disebut fungsi produksi.

·         Teori Produksi Dengan Satu Faktor Berubah

Teori produksi yang sederhana menggambarkan tentang hubungan diantara tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut.Dalam analisis tersebut bahwa faktor-faktor produksi lainnya adalah tetap jumlahnya, yaitu modal dan tanah jumlahnya di anggap tidak mengalami perubahan. Satu-satunya faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya adalah tenaga kerja.

·         Teori produksi dengan dua faktor berubah

Analisis yang baru saja dibuat menggambarkan bagaimana tingkat produksi akan mengalami perubahan apabila dimisalkan satu factor produksi, yaitu tenaga kerja, terus-menerus ditambah tetapi factor-faktor produksi lainnya dianggap tetap jumlahnya, yaitu tidak dapat diubah lagi.

2.3 Pengertian Produksi Menurut Para Ahli

·         Pengertian produksi menurut Magfuri adalah mengubah barang agar mempunyai kegunaan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Jadi produksi merupakan segala kegiatan untuk menciptakan atau menambah guna atas suatu benda yang ditunjukkan untuk memuaskan orang lain melalui pertukaran (Magfuri, 1987 : 72).

·         Pengertian produksi menurut Ace Partadireja setiap proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa dinamai proses produksi karena proses produksi mempunyai landasan teknis yang dalam teori ekonomi disebut fungsi produksi (Ace Partadireja, 1987 : 21).

·         Menurut Murti Sumarti dan Jhon Soeprihanto memberikan pengertian produksi adalah semua kegiatan dalam menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa, dimana untuk kegiatan tersebut diperlukan faktor-faktor produksi.” (Sumiarti, Murti et, al., Dasar-dasar Ekonomi Perusahaan, Edisi II, Penerbit Liberty, Yogyakarta, 1987, Hal 60.)

·         Sofyan Assauri, pengertian produksi adalah segala kegiatan dalam menciptakan dan menambah kegunaan (utility) sesuatu barang atau jasa, untuk kegiatan mana dibutuhkan faktor-faktor produksi dalam ilmu ekonomi berupa tanah, tenaga kerja, dan skill (organization, managerial, dan skills). 

2.4 Teori Produksi Dalam Islam

Al Qur’an menggunakan konsep produksi barang dalam artian  luas. Al Qur’an menekankan manfaat dari barang yang diproduksi. Memproduksi suatu barang harus mempunyai hubungan dengan kebutuhan manusia. Berarti barang itu harus diproduksi untuk  memenuhi  kebutuhan  manusia.

Produksi  adalah  menciptakan  manfaat  dan  bukan  menciptakan  materi. Maksudnya  adalah  bahwa manusia mengolah materi  itu  untuk mencukupi  berbagai kebutuhannya, sehingga materi itu mempunyai kemanfaatan. Apa yang bisa dilakukan manusia  dalam  “memproduksi”  tidak  sampai  pada  merubah  substansi  benda.  Yang dapat dilakukan manusia berkisar pada misalnya mengambilnya dari tempat yang asli dan  mengeluarkan  atau  mengeksploitasi  (ekstraktif).  Memindahkannya  dari  tempat yang tidak membutuhkan ke tempat yang membutuhkannya, atau menjaganya dengan cara menyimpan agar bisa dimanfaatkan di masa yang akan datang atau mengolahnya dengan  memasukkan  bahan-bahan  tertentu,  menutupi  kebutuhan  tertentu,  atau mengubahnya  dari  satu  bentuk  menjadi  bentuk  yang  lainnya  dengan  melakukan sterilisasi,  pemintalan,  pengukiran,  atau  penggilingan,  dan  sebagainya.  Atau mencampurnya  dengan  cara  tertentu  agar menjadi  sesuatu  yang  baru. Hal  itu  semua hanya mengubah  kondisi materi,  sehingga  pada  kondisi  yang  barupun  substansinya tetap tidak berubah.

Prinsip fundamental yang harus selalu diperhatikan dalam proses produksi adalah prinsip kesejahteraan  ekonomi. Bahkan dalam  sistem kapitalis  terdapat    seruan untuk memproduksi  barang  dan  jasa  yang  didasarkan  atas  azas  kesejahteraan  ekonomi. Keunikan  konsep  Islam  mengenai  kesejahteraan  ekonomi  terletak  pada  kenyataan bahwa hal  itu  tidak dapat mengabaikan pertimbangan kesejahteraan umum  lebih  luas yang  menyangkut  persoalan-persoalan  moral,  pendidikan,  agama  dan  banyak  hal lainnya. Dalam  ilmu  ekonomi modern,  kesejahteraan  ekonomi  diukur  dari  segi  uang. Seperti  ungkapan  Profesor  Pigou  bahwa  :  “Kesejahteraan  ekonomi  kira-kira  dapat didefinisikan sebagai bagian kesejahteraan yang dapat dikaitkan dengan alat pengukur uang.”

 2.5 Fungsi Produksi

Fungsi produksi adalah suatu persamaan yang menunjukan hubungan ketergantungan antara tingkat input yang digunakan dalam proses produksi dengan tingkat output yang di hasilkan. Faktor-faktor produksi dikenal pula dengan istilah input dan jumlah produksi selalu juga disebut sebagai output.

Fungsi produksi dapat diartikan juga sebagai suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan antara tingkat output dengan tingkat (kombinasi) penggunaan input-input. Secara matematis fungsi produksi dapat dirumuskan sebagai berikut

Q = f (K L R T)

Q: Quantity (jumlah barang yang dihasilkan)

f  :Fungsi(simbol persamaan fungsional)

K : Capital (modal atau sarana yang digunakan)

L : Labour (tenaga kerja)                     

R: Resources (sumber daya alam)

T : Technology (teknologi dan kewirausahaan)

Q adalah output, sedangkan K, L, R, dan T merupakan input. Besarnya jumlah output yang dihasilkan tergantung dari penggunaan input-input tersebut. Jumlah output dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan penggunaan jumlah input C(modal), L (tenaga kerja) dan R(sumber daya alam) ataupun meningkatkan T(teknologi). Untuk memperoleh hasil yang efisien, produsen dapat melakukan penggunaan input yang lebih efisien.

Dalam penerapannya , hubungan input dan output dapat pisahkan secara lebih khusus. Misalnya, untuk menghasilkan hasil-hasil pertanian akan digunakan input tanah, bibit, pupuk, pestisida, tenaga kerja, dan alat-alat pertanian lainnya (tidak termasuk teknologi). Untuk meningkatkan hasil-hasil pertanian tersebut maka harus ditingkatkan penggunaan input seperti tanah yang luas, menambah tenaga kerja, menambah jumlah pupuk, menambah penggunaan pestisida, dan lain sebagainya. Atau cara lain yaitu dengan meningkatkan teknologi pertanian. Untuk menghasilkan barang atau output dapat dilakukan dengan menggunakan hanya satu input saja, dua atau lebih input.

2.6 Faktor Teori Produksi

Dalam teori ini input atau sumber daya yang di gunakan dalam proses produksi disebut faktor-faktor produksi sebagai berikut :

·         Manusia (Tenaga Kerja)

·         Modal

·         Sumber Daya Alam (Tanah)

·         Skill (Teknologi)

 Penjabaran Faktor – Faktor Produksi Menurut Islam

·         Tanah

Tanah  mengandung  pengertian  yang  luas,  yaitu  termasuk  semua  sumber yang  kita  peroleh  dari  udara,  laut,  gunung,  dan  sebagainya,  sampai  keadaan geografi, angin, dan iklim yang terkandung dalam tanah. Termasuk dalam faktor produksi tanah adalah :

Bumi  (tanah)  merupakan  permukaan  tanah  yang  di  atasnya  kita  dapat berjalan, mendirikan bangunan, rumah, perusahaan.

Mineral, seperti logam, bebatuan dan sebagainya yang terkandung di dalam tanah yang juga dapat dimanfaatkan oleh manusia.

Gunung,  merupakan  suatu  sumber  lain  yang menjadi  sumber  tenaga  asli yang  membantu  dalam  mengeluarkan  harta  kekayaan.  Gunung-gunung berfungsi  sebagai  penadah  hujan  dan  menajdi  aliran  sungai-sungai  dan melaluinya semua kehidupan mendapatkan rizki masing-masing.

Hutan, merupakan sumber kekayaan alam yang penting. Hutan memberikan bahan  api,  bahan-bahan mentah untuk  industri  kertas,  damar,  perkapalan, perabotan rumah tangga, dan sebagainya.

Hewan, mempunyai kegunaan memberikan daging, susu, dan  lemak untuk tujuan ekonomi, industri dan perhiasan. Sebagian lagi digunakan untuk kerja dan pengangkutan.

Baik  Al  Qur’an  maupun  sunnah  banyak  memberikan  tekanan  pada pembudidayaan  tanah  secara  baik.  Dengan  demikian,  Al  Qur’an  menaruh perhatian akan perlunya mengubah tanah kosong menjadi kebun-kebun dengan mengadakan  pengaturan  pengairan,  dan menanaminya  dengan  tanaman  yang baik. Seperti KalamNya dalam surat As Sajadah ayat 27 : “Dan  apakah mereka  tidak memerhatikan  bahwasanya Kami menghalau hujan  ke  bumi yang tandus, lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan tanam-tanaman yang daripadanya dapat makan binatang-binatang ternak mereka dan mereka sendiri…”

·         Tenaga Kerja

Tenaga kerja atau buruh merupakan faktor produksi yang diakui di setiap sistem  ekonomi  terlepas  dari  kecenderungan  ideologi  mereka.  Kekhususan perburuhan seperti kemusnahan, keadaan yang  tidak  terpisahkan dari buruh itu  sendiri,  ketidakpekaan  jangka  pendek  terhadap  permintaan  buruh,  dan yang mempunyai  sikap  dalam  penentuan  upah, merupakan  hal  yang  sama pada semua sistem.

Tenaga kerja adalah segala usaha dan ikhtiar yang dilakukan oleh anggota badan  atau  pikiran  untuk  mendapatkan  imbalan  yang  pantas.  Termasuk semua jenis kerja yang dilakukan fisik maupun pikiran.

Manusia  diciptakan  untuk  bekerja  dan  mencari  penghidupan  masing-masing. Seperti disebutkan dalam surat al Balad ayat 4 : “Sesungguhnya Kami menciptakan manusia padahal dia dalam kesusahan.”

·         Modal

Modal  merupakan  asset  yang  digunakan  untuk  distribusi  asset  yang berikutnya. Modal dapat memberikan  kepuasan pribadi dan membantu untuk menghasilkan kekayaan yang lebih banyak. Pentingnya  modal  dalam  kehidupan  manusia  ditunjukkan  dalam  Al  Qur’an surat Ali Imran ayat  14 yang artinya :

“Dijadikan  indah  pada  (pandangan) manusia  kecintaan  kepada  apa-apa  yang  diingini, yaitu  :  wanita-wanita,  anak-anak,  harta  yang  banyak  dari  jenis  emas,  perak,  kuda pilihan, binatang-binatang  ternak dan  sawah  lading. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (syurga).”

2.7 Jangka waktu produksi

Jangka waktu dibedakan menjadi 2 yaitu sebagai berikut:

·         Jangka Pendek (short run). yaitu jangka waktu ketika input variabel dapat disesuaikan, namun  input tetap tidak dapat disesuaikan.

·         Jangka Panjang (long run) merupakan satu waktu dimana seluruhinput variabel maupun tetap yang digunakan perusahaan dapat diubah.

Produksi Jangka Pendek

Produksi jangka pendek, yaitu bila sebagian faktor produksi jumlahnya tetap dan yang lainnya berubah, Teori Produksi jangka pendek/ satu faktor berubah adalah teori produksi yang sederhana menggambarkan tentang hubungan di antara tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut.

Dalam analisa tersebut bahwa faktor-faktor produksi lainnya jumlahnya tetap, yaitu modal dan tanah jumlahnya dianggap tidak mengalami perubahan. Satu-satunya faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya adalah tenaga kerja.

Produksi Jangka Panjang

 Produksi jangka panjang, yaitu semua faktor produksi dapat berubah dan ditambah sesuai kebutuhan. Dalam jangka panjang (long run) dan sangat panjang (very long run) semua faktor produksi sifatnya variabel. Perusahaan dapat menambah atau mengurangi kapasitas produksi dengan menambah atau mengurangi mesin produksi.

2.8 Dimensi Jangka Pendek Dan Jangka Panjang

 Dalam aktivitas produksinya produsen (perusahaan) mengubah berbagai faktor produksi menjadi barang dan jasa. Berdasarkan hubungannya dengan tingkat produksi,faktor produksi dibedakan menjadi faktor produksi tetap (fixed input) dan faktor produksi variabel (variable input).

Faktor produksi tetap adalah faktor produksi yang jumlah penggunaannya tidak tergantung pada jumlah produksi. Contohnya yaitu mesin-mesin pabrik,sampai pada tingkat interval produksi tertentu jumlah mesin tak perlu ditambah. Tetapi jika tingkat produksi menurun bahkan sampai nol unit (tidak berproduksi) jumlah mesin tak bisa dikurangi.

Jumlah penggunaan faktor produksi variabel tergantung pada tingkat produksinya.makin besar tingkat produksinya,makin banyak faktor produksi variabel yang digunakan. Begitu pula sebaliknya. Contohnya seperti buruh harian lepas dipabrik rokok. Jika perusahaan ingin meningkatkan faktor produksi,maka jumlah buruh hariannya ditambah,begitu pula sebaliknya.

Adapun pengertian faktor produksi tetap dan faktor produksi variabel terkait erat dengan waktu yang dibutuhkan untuk menambah atau mengurangi faktor produksi tersebut. Mesin dikatakan sebagai faktor produksi tetap karena dalam jangka pendek (kurang dari setahun) susah untuk ditambah atau dikurangi. Sebaliknya buruh dikatakan sebagai faktor produksi variabel karena jumlah kebutuhannya dapat disediakan dalam waktu kurang dari setahun.

Dalam jangka panjang (long run) dan sangat panjang (very long run) semua faktor produksi sifatnya variabel.periode jangka pendek adalah periode produksi dimana perusahaan tidak mampu dengan segera melakukan penyesuaian jumlah penggunaan salah satu atau beberapa faktor produksi. Periode jangka panjang adalah periode produksi dimana semua faktor produksi menjadi faktor produksi variabel.

  2.9 Tahap – Tahap Produksi

Pada hakekatnya the law of demishing return menyatakan bahwa hubungan antara tingkat produksi dan jumlah input tenaga kerja yang digunakan dapat dibedakan menjadi tiga tahap yaitu :

·         Tahap I (stage I ),sampai pada saat kondisi AP maksimum

Penambahan tenaga kerja akan meningkatkan produksi total maupun produksi rata—rata. Karena itu hasil yang diperoleh dari tenaga kerja masih jauh lebih besar dari tambahan upah yang harus dibayarkan. Perusahaan rugi jika berhenti produksi pada tahap ini (slope kurva TP meningkat tajam).

·         Tahap II (stage II ),antara AP maksimum sampai saat MP sama dengan nol

Karena berlakunya LDR,baik produksi marginal maupun produksi rata-rata mengalami penurunan. Namun demikian nilai keduanya masih positif. Penambahan tenaga kerja akan tetap menambah produksi total sampai mencapai titik maksimum (slope kurva TP datar sejajar dengan sumbu horizontal).

·         Tahap III (stage III ),saat MP sudah bernilai < nol (negatif).

Perusahaan tidak mungkin melanjutkan produksi,karena penambahan tenaga kerja justru menurunkan produksi total. Perusahaan akan mengalami kerugian (slope kurva TP negatif)

2.10 Produksi Total, Produksi Marginal, Dan Produksi Rata-Rata

Produksi total (total product) adalah banyaknya produksi yang dihasilkan dari penggunaan total faktor produksi.

Ø  Produksi Total :

TP = f(K,L)

Dimana            TP        =  produksi total

                         K        = barang modal(yang dianggap konstan)

                         L         = tenaga kerja/buruh

Secara matematis TP akan maksimum apabila turunan pertama dari fungsi nilainya sama dengan nol. Turunan pertama dari TP adalah MP,maka TP maksimum pada saat MP sama dengan nol.

Produksi marginal (marginal product) adalah tambahan produksi karena penambahan penggunaan satu unit faktor produksi.

Ø  Produksi Marginal

MP = TP’ = αTP/αL

Dimana:MP  = produksi marginal

Perusahaan dapat terus menambah tenaga kerja selama MP > 0. Jika MP < 0,penambahan tenaga kerja justru menguragi produksi total. Penurunan nilai MP merupakan indikasi telah terjadinya hukum Pertambahan Hasil Yang Semakin Menurun atau The Law of Deminishing Return (LDR).

Produksi rata-rata (average product) adalah rata-rata output yang dihasilkan per unit faktor produksi.

Ø  Produksi Rata-Rata

AP = TP/L

Dimana: AP = produksi rata-rata.

AP akan maksimum bila turunan pertama fungsi AP adalah 0 (AP’=0). Dengan penjelasan matematis,AP maksimum tercapai pada saat AP = MP,dan MP memotong AP pada saat nilai AP maksimum.


2.11 Produksi dengan satu variable

 Dalam teori produksi yang menggunakan satu variabel ini terdapat sebuah hukum yang disebut The Law Diminshing of Return yang dipopulerkan oleh David Ricardo, yang bunyinya sebagai berikut.

“Jika faktor produksi yakni tenaga kerja ditambah kuantitasnya, maka hasil produksi total akan mengalami kenaikan. Jika penambahan terus dilakukan, maka penambahan total produksinya akan mencapai titik maksimum dan Produksi dengan satu variabel kemudian menurun hingga mencapai angka negatif”

Sebenarnya sangat jarang bahkan tidak ada proses produksi yang hanya menggunakan satu faktor produksi variabel. Pengertian produksi dengan satu faktor produksi variabel adalah pengertian analisis jangka pendek, dimana ada faktor produksi yang tidak dapat diubah.

Hubungan produksi dimana terdapat satu variabel, dan lainnya tetap biasanya berlaku hukum pertambahan hasil yang semakin berkurang, yaitu apabila faktor variabel itu ditambah terus, maka output semakin lama akan semakin menurun secara rata-rata, dikarenakan semakin besarnya faktor pembagi sementara faktor yang dibagi tetap.

Dan bila hal ini dilakukan terus, maka produksi totalpun akan semakin menurun, dikarenakan faktor produksi tetap semakin jenuh atau kehabisan nilainya, misalnya tanah yang kehabisan unsur haranya sehingga mengurangi kesuburannya bila ditanami dan digarap secara terus menerus.

2.12 Fungsi Produksi dengan Satu Variable

Pengertian produksi dengan satu variabel adalah pengertian analisis jangka pendek, dimana ada faktor produksi yang tidak dapat diubah. Ketika mencoba memahami proses alokasi faktor produksi oleh perusahaan, ekonom membagi faktor produksi menjadi barang modal atau capital dan tenaga kerja (labour). Hubungan matematis penggunaan faktor produksi yang menghasilkan output maksimum disebut dengan faktor produksi, seperti dibawah ini:

Q = f(K,L)

Keterangan:

Q = tingkat output

K = barang modal

L = tenaga kerja atau buruh

Dalam model produksi satu faktor produksi variabel, barang modal dianggap barang produksi tetap. Keputusan produksi ditentukan berdasarkan alokasi efisiensi tenaga kerja.

 2.13 Produksi Dengal lebih dari satu variable

Dalam teori ini, terdapat kombinasi antara dua faktor produksi untuk menghasilkan output (yang sama). Kombinasi itu bisa antara tanah dan tenaga kerja, tenaga kerja dan modal, atau dengan teknologi (perkecualian, dengan teknologi, yang tidak mudah harus diubah, karena memerlukan waktu yang relative lama). Yang paling mudah dikombinasikan adalah antara faktor produksi tenaga kerja dan modal. Dalam berproduksi, seorang produsen tentu saja dihadapkan pada bagaimana menggunakan faktor produksinya secara efisien untuk hasil yang maksimum. Oleh karena itu, produsen akan berusaha mencari kombinasi terbaik antara dua faktor input tersebut. Hasil produksi sama dalam teori ini akan ditunjukan oleh suatu kurva yang diberi nama isoquant curve biasanya disebut isoquant sisi. Sedangkan biaya yang digunakan dalam rangka menghasilkan produk tersebut disebut isocost (biaya sama).

v  Isoquant (Kurva Produksi Sama)

Isoquant  Curve disebut juga  Isoproduct Curve atau Equal Product Curve adalah kurva yang menggambarkan kombinasi dua macam input (faktor produksi) untuk menghasilkan output/produksi yang sama jumlahnya. Atau dapat juga dikatakan suatu kurva yang menunjukkan semua kombinasi fungsi  produksi yang mungkin secara fisik dapat menghasilkan sejumlah output tertentu. Bentuk kurva isoquant bermacam-macam, bisa linier apabila kombinasi antara input tersebut akan memberikan perubahan yang proporsional bila salah satunya berubah, dan dapat juga cembung dari titik orgin (seperti kurva indifference).

Contoh:

COMBINATIONS

UNITS OF CAPITAL

UNITS OF LABOUR

TOTAL OUTPUT

A

50

1

1500

B

45

2

1500

C

41

3

1500

D

38

4

1500

Kurva isoquant

Sifat-sifat Isoquant adalah :

Mempunyai kemiringan negative

 Cembung kearah titik nol (0), sebab inputnya tidak merupakan barang subtitusi sempurna.

Menurun dari kiri atas kekanan bawah, karena satu sumberdaya dapat di subsitusi kan dengan sumberdaya lain.

Semakin ke kanan kedudukan isoquant menunjukkan semakin tinggi jumlah output.

Kemungkinan bisa saling berpotongan, sehingga ada kemungkinan perusahaan dapat memproduksi dua jenis barang dengan input yang sama.

v  Isocost (Garis Biaya Sama)

Isocost  adalah suatu kurva yang menggambarkan biaya yang dikeluarkan oleh produsen dalam rangka berproduksi dengan menggunakan beberapa faktor input tertentu. Isocost membatasi dan membedakan kemampuan produksi dan produsen. Semakin besar isoqost nya, maka makin besar pula hasil yang dapat diperoleh. Sebaliknya, semakin kecil isocost semakin kecil hasilnya.

Kurva isocost dapat berslope negatif dan positif. Negatif apabila ada penambahan satu unit input akan menyebabkan penurunan pemakaian input lain. Sebaliknya bila input lain dikurangi maka akan menyebabkan input yang ssatunya akan bertambah. Kemudian kuva isocost dapat berslope positif, yaitu hanya sebagai pemuasan kebutuhan yang dipetakan oleh kurva indifference sifatnya tidak efisien, karena bila produsen menambah input yang satu, maka input yang lainnya juga bertambah, dan begitu juga sebaliknya.

Contoh :

Combinations

Units of Capital

Units of Labour

Total expenditure

Price = 150

Price = 100

A

8

0

1200

B

6

3

1200

C

4

6

1200

D

2

9

1200

E

0

12

1200

Kurva Isocost

2.14 Pengaaruh Faktor Variable dan tetap

Dalam teori produksi dikenal faktor produksi tetap dan faktor produksi variabel. Faktor produksi tetap yaitu faktor produksi dimana jumlah yang digunakan dalam proses produksi tidak dapat di ubah secara cepat, bila keadaan pasar menghendaki perubahan jumlah output.Dalam kenyataannya tidak ada faktor produksipun yang sifatnya tetap secara mutlak.Tetapi untuk penyederhanaan analisa, pada umumnya dianggap ada beberapa faktor produksi yang bersifat tetap.

Contohnya termasuk potongan utama peralatan, ruang pabrik yang sesuai, dan tenaga manajerial kunci. Sedangkan faktor produksi variabel yaitu faktor produksi dimana jumlahnya dapat di ubah-ubah dalam waktu yang relative singkat sesuai dengan jumlah output yang dihasilkan.Contohnya termasuk konsumsi daya listrik, layanan transportasi, dan input material yang paling baku.  Dalam proses produksi “ jangka panjang”, semua faktor produksi dapat disesuaikan oleh manajemen. Pada produksi “ jangka pendek” didefinisikan sebagai periode dimana setidaknya salah satu faktor produksi adalah tetap.

2.15 Garis Perluasa Produksi

Tujuan akhir dari setiap produsen adalah memaksimalkan keuntungan. Untuk itu, ia harus mengorganisir produksinya seefisien mungkin.Tingkat efisiensi tertinggi terjadi pada tingkat kombinasi faktor produksi di mana tingkat batas penggantian secara teknis. Perluasan Garis adalah isocline yang menunjukkan tingkat output yang akan dihasilkan bila harga produksi tetap tidak berubah. Jadi, garis perluasan produksi menunjukkan bagaimana proporsi faktor produksi seharusnya berubah bila output atau besarnya biaya produksi berubah, sedang harga dari faktor produksi itu sendiri tetap.

Hal ini terjadi bila suatu perusahaan memperkenalkan barang baru dalam suatu kategori produk tertentu dengan merek yang sama. Barang baru itu bisa dalam rasanya, dalam bentuknya, warnanya, bahan-bahannya (ingredients), atau ukuran pembungkusnya. Contoh Danone, misalnya akhir - akhir ini memperkenalkan beberapa perluasan garis, termasuk tujuh rasa yoghurt baru, yoghurt bebas lemak dan yoghurt besar ukuran ekonomi

2.16 Perubahan Harga Faktor Produksi

Kegiatan produksi dapat berlangsung jika tersedia faktor produksi. Faktor produksi adalah segala sesuatu yang dibutuhkan untuk memproduksi barang dan jasa. Faktor produksi terdiri atas alam (natural resources), tenaga kerja (labor), modal (capital), dan keahlian (skill) atau sumber daya pengusaha (enterpreneurship). Faktor produksi alam dan tenaga kerja disebut faktor produksi asli (utama), sedangkan modal dan tenaga kerja disebut faktor produksi turunan.

 

  Faktor Produksi Alam: Faktor produksi alam ialah semua kekayaan yang terdapat di alam semesta yang dapat digunakan dalam proses produksi. Faktor produksi alam sering pula disebut faktor produksi asli. Faktor produksi alam terdiri atas tanah, air, sinar matahari, udara, dan barang tambang.

  Faktor Produksi Tenaga Kerja: Faktor produksi tenaga kerja (labor) ialah faktor produksi insani secara langsung maupun tidak langsung menjalankan kegiatan produksi. Faktor produksi tenaga kerja dikategorikan sebagai faktor produksi asli. Meskipun mesin-mesin telah banyak menggantikan manusia sebagai pelaksana proses produksi, namun keberadaan manusia mutlak diperlukan.

  Faktor Produksi Modal: Faktor produksi modal adalah faktor penunjang dalam mempercepat atau menambah kemampuan dalam memproduksi. Faktor produksi modal dapat berupa mesin-mesin, alat pengangkutan, sarana pengangkutan, atau bangunan.

  Faktor Produksi Keahlian: Faktor produksi keahlian adalah keahlian atau keterampilan yang digunakan seseorang dalam mengkoordinasikan dan mengelola faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.

Harga yang dibayarkan untuk setiap faktor produksi tenaga kerja, tanah, atau modal sama dengan nilai produk marginal dari faktor produksi tersebut. Produk marginal dari setiap faktor produksi akan bergantung pada jumlah tersebut. Produk marginal dari setiap faktor produksi akan bergantung pada jumlah faktor tersebut yang tersedia. Karena perilaku penurunan produk marginal, suatu faktor produksi yang ditawarkan dengan berlimpah memiliki produk dan harga yang rendah, dan sebuah faktor produksi yang jarang ditawarkan memiliki produksi marginal dan harga yang tinggi. Akibatnya, ketika penawaran faktor-faktor produksi turun, keseimbangan harga faktor produksi meningkat. Akan tetapi, ketika penawaran setiap faktor produksi berubah, dampaknya tidak hanya dibatasi pada pasar faktor produksi tersebut.

Pada berbagai situasi umum, faktor-faktor produksi digunakan bersama-sama dalam cara tertentu sehingga membuat produktivitas masing-masing faktor bergantung pada jumlah faktor produksi lainnya yang tersedia untuk digunakan dalam proses produksi. Sebagai hasilnya, perubahan dalam penawaran setiap faktor produksi akan mempengaruhi pendapatan dari semua faktor produksi lainnya.

Akan tetapi, ketika penawaran setiap faktor produksi berubah, dampaknya tidak hanya dibatasi pada pasar faktor produksi tersebut. Pada berbagai situasi umum, faktor-faktor produksi digunakan bersama-sama dalam cara tertentu sehingga membuat produktivitas masing-masing faktor bergantung pada jumlah faktor produksi lainnya yang tersedia untuk digunakan dalam proses produksi. Sebagai hasilnya, perubahan dalam penawaran setiap faktor produksi akan mempengaruhi pendapatan dari semua faktor produksi lainnya.

Sebagai contoh, angin ribut menghancurkan tangga-tangga yang digunakan para pekerja untuk memetik buah-buah apel dari pohonnya. Apa yang terjadi pada pendapatan dari berbagai faktor produksi lainnya? Yang paling jelas, penawaran tangga turun dan, oleh karena itu, keseimbangan harga sewa tangga meningkat. Para pemilik tangga yang cukup beruntung karena berhasil menghindari kerusakan tangga-tangga mereka sekarang memperoleh pendapatan yang lebih tinggi ketika mereka menyewakan tangga-tangga pada perusahaan yang memproduksi buah apel.Namun, akibat-akibat dari peristiwa ini tidak berhenti pada pasar tangga saja. Karena hanya ada sedikit tangga yang dapat digunakan untuk bekerja, para pekerja yang memetik buah apel memiliki produk yang lebih rendah. Jadi, berkurangnya penawaran tangga menurunkan permintaan tanaga kerja  pemetik buah apel, dan ini menyebabkan keseimbangan upah turun.

2.17 Sejarah Tanaman Padi

Padi termasuk genus Oryza L yang meliputi lebih kurang 25 spesies, tersebar didaerah tropik dan daerah sub tropik seperti Asia, Afrika, Amerika dan Australia. Menurut Chevalier dan Neguier padi berasal dari dua benua Oryza fatua koenig danOryza sativa L berasal dari benua Asia, sedangkan jenis padi lainya yaitu Oryza stapfii roschev dan Oryza glaberima steund berasal dari Afrika barat. Padi yang ada sekarang ini merupakan persilangan antara Oryza officinalis dan Oryza sativa f spontania. Di Indonesia pada mulanya tanaman padi diusahakan didaerah tanah kering dengan sistim ladang, akhirnya orang berusaha memantapkan hasil usahanya dengan cara mengairi daerah yang curah hujannya kurang. Tanaman padi yang dapat tumbuh dengan baik didaerah tropis ialah Indica, sedangkan Japonica banyak diusakan didaerah sub tropika.

2.18 Klasifikasi Tanaman Padi

 Kingdom              : Plantae

Subkingdom         : Tracheobionta

Super Divisi          : Spermatophyta

Divisi                    : Magnoliophyta

Kelas                    : Liliopsida

Sub Kelas             : Commelinidae

Ordo                     : Poales

Famili                   : (suku rumput-rumputan)

Spesies                  : Oryza sativa L.

2.19 Syarat Tumbuh

 Tanaman padi dapat hidup baik didaerah yang berhawa panas dan banyak mengandung uap air. Curah hujan yang baik rata-rata 200 mm per bulan atau lebih, dengan distribusi selama 4 bulan, curah hujan yang dikehendaki per tahun sekitar 1500-2000 mm. Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi 23 °C. Tinggi tempat yang cocok untuk tanaman padi berkisar antara 0-1500 m dpl. Tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi adalah tanah sawah yang kandungan fraksi pasir, debu dan lempung dalam perbandingan tertentu dengan diperlukan air dalam jurnlah yang cukup. Padi dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang ketebalan lapisan atasnya antara 18-22 cm dengan pH antara 4-7.

2.20 Teknik Budidaya

Teknik bercocok tanam yang baik sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Hal ini harus dimulai dari awal, yaitu sejak dilakukan persemaian sampai tanaman itu bisa  dipanen. Dalam proses pertumbuhan tanaman hingga berbuah ini harus dipelihara yang baik, terutama harus diusahakan agar tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit yang sering kali menurunkan produksi.

1.        Persemaian

Membuat persemaian merupakan langkah awal bertanam padi. Pembuatan persemaian memerlukan suatu persiapan yang sebaik-baiknya, sebab benih di persemaian ini akan menentukan pertumbuhan padi di sawah, oleh karena itu persemian harus benar-benar mendapat perhatian, agar harapan untuk mendapatkan bibit padi yang sehat dan subur dapat tercapai.

2.        Persiapan dan Pengolahan Tanah Sawah

Pengolahan tanah bertujuan mengubah keadaan tanah pertanian dengan alat tertentu hingga memperoleh susunan tanah (struktur tanah) yang dikehendaki oleh tanaman. Pengolahan  tanah sawah terdiri dari beberapa tahap :

a.         Pembersihan

b.        Pencangkulan

c.         Pembajakan

d.        Penggaruan

e.         Perataan

3.        Penanaman

Dalam penanaman bibit padi, harus diperhatikan sebelumnya adalah :

a.         Persiapan lahan

Tanah yang sudah diolah dengan cara yang baik, akhirnya siap untuk ditanami bibit padi.

b.        Umur bibit

Bila umur bibit sudah cukup sesuai dengan jenis padi, bib it tersebut segera dapat dipindahkan dengan cara mencabut bibit.

c.         Tahap penanaman

Tahap penanaman dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu :

1)        Memindahkan bibit

Bibit dipesemaian yang telah berumum 17-25 hari (tergantung jenis padinya, genjah/dalam) dapat segera dipindahkan kelahan yang telah disiapkan.

2)        Menanam

Dalam menanam bibit padi, hal- hal yang harus diperhatikan adalah sistem larikan (cara tanam), jarak tanam, hubungan tanaman, jumlah tanaman tiap lobang, kedalam menanam bibit, cara menanam.

4.        Pemeliharaan

Meliputi :

a.         Penyulaman dan penyiangan

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyulaman yaitu bibit yang digunakan harus jenis yang sama, bibit yang digunakan merupakan sisa bibit yang terdahulu, penyulaman tidak boleh melelewati 10 hari setelah tanam, selain tanaman pokok (tanaman pengganggu) supaya dihilangkan.

b.        Pengairan

Pengairan disawah dapat dibedakan menjadi pengairan secara terus-menerus dan pengairan secara piriodik.

c.         Pemupukan

Tujuannya adalah untuk mencukupi kebutuhan makanan yang berperan sangat penting bagi tanaman baik dalam proses pertumbuhan/produksi.

d.        Pengendalian Hama dan Penyakit

1)        Hama putih (Nymphula depunctalis)

Gejala : Menyerang daun bibit, kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar tulang daun, ulat menggulung daun padi.

Pengendalian : Pengaturan air yang baik, penggunaan bibit sehat, melepaskan musuh alami, menggugurkan tabung daun. Menggunakan BVR atau Pestona.

2)        Padi Thrips (Thrips oryzae)

Gejala : Daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi.

Pengendalian: BVR atau Pestona.

3)        Wereng

Penyerang batang padi : Wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), Wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera). Wereng penyerang daun padi : Wereng padi hijau (Nephotettix apicalis dan N. impicticep).Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi dan dapat menularkan virus.

 

 

 



BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Pembahasan Kasus

Kasus yang ditemukan :

Bidang Pertanian “ Produksi Beras Persatu Kali Panen”

Masalah yang ditemukan :

·         Masalah Kenaikan produksi beras dalam satu kali panen

·         Masalah penurunan produksi beras dalam satu kali panen

·         Pengaruh faktor produksi terhadap kenaikan dan penurunan produksi beras dalam satu kali panen

Pembahasan tentang kasus yang ditemukan :

Setelah kelompok kami menemukan masalah dalam produksi beras dalam satu kali panen, kami mencoba membahas satu persatu dari masalah tersebut.

3.2 Masalah kenaikan dan penurunan produksi beras dalam satu kali panen.

Setelah kami diskusikan dan kami bahas bersama, bahwa kenaikan dan penurunan beras terjadi karena disebabkan oleh proses produksi beras tersebut, proses produksi dimana yang dijelaskan dalam bab II bahwa proses produksi adalah studi tentang produksi atau proses ekonomi untuk mengubah faktor produksi (input) menjadi hasil produksi (output). Proses produksi dalam produksi beras adalah dimana pada saat pembibitan (Input) kemudian pemeliharaan (proses) dan nantinya pemanenan (output). Jika terjadi penurunan produksi beras disebabkan oleh buruknya proses produksi beras dan sebaliknya jika terjadi kenaikan produksi beras disebabkan oleh baiknya proses produksi beras. Baik buruknya proses produksi disebabkan oleh faktor – faktor produksi. Yang nantinya akan berakibat pada naik atau turunnya produksi beras pada sekali panen.

 

 

3.3 Pengaruh faktor produksi terhadap kenaikan dan penurunan produksi beras dalam satu kali panen

Berdasarkan masalah yang pertama baik buruknya produksi beras disebabkan oleh faktor – faktor produksi yang mempengaruhi, faktor – faktor produksi tersebut adalah :

·         Sumber Daya Alam ( tanah )

·         Sumber Daya Manusia ( Petani )

·         Modal

·         Teknologi

Pengaruh faktor – faktor produksi diatas sangat berpengaruh pada hasil produksi beras, faktor – faktor tersebut bisa menjadikan hasil produksi naik atau bisa menjadi turun.

pengaruh faktor – faktor produksi terhadap produksi beras dalam satukali panen dapat dijelaskan sebagai berikut :

a)      Sumber daya alam (Tanah)

Sumber daya alam yang paling inti dalam pertanian adalah tanah, karena PH yang terdapat pada tanah akan mempengaruhi kesuburan tanah tersebut, seperti yang di bahas dalam bab II, PH tanah yang baik untuk penanaman padi antara PH 5 – 7, dan pengaruh kesuburan tanah akan mempengaruhi hasil dari proses produksi, jika PH tanah tidak sesuai dengan spesifikasi maka hasil produksi akan buruk tetapi sebaliknya jika PH tanah sesuai dengan spesifikasi yang disarankan maka hasil produksi padinya pun akan baik, sehingga akan terjadi kenaikan produksi padi. Sebenarnya tidak hanya tanah saja yang dapat memepengaruhi produksi padi tetapi bisa juga dipengaruhi oleh faktor cuaca, dicontohkan apabila pada saat musim kemarau kontur tanah tidak memungkinkan untuk menanam padi walaupun bisa menanam padi pada kontur tanah yang kering tetapi produksi beras yang dihasilkan akan sedikit, tetapi jika cuaca pada musim hujan dan tanah akan subur akan menghasilkan proses produksi beras yang banyak dan meningkatkan produksi beras.

 

b)     Sumber Daya Manusia (Petani)

Sumber daya manusia dalam bidang pertanian adalah petani, petani yang melakukan pembibitan, perawatan dan pemanenan, sehingga petani merupakn faktor yang sangat penting dalam proses produksi, apabila petani melakukan kesalahan atau kurang pengetahuan dalam bidang pertanian yaitu produksi beras, maka akan dipastikan bahwa produksi beras tersebut akan gagal, tetapi sebaliknya jika petani dapat bekerja dengan baik dan menguasai pekerjaannya, maka produksi beras akan mengalami kenaikan. Dicontohkan dalam pemilihan bibit jika pada waktu pemilihan bibit padi petani membeli bibit padi yang kualitasnya kurang baik dan tidak memperhatikan PH tanah sehingga nantinya jika digunakan dalam pembibitan akan menghasilkan padi yang kurang baik pada saat pemanenan. Sehiangga akan terjadi pengurangan pada produksi beras. Tetapi jika petani menggunakan bibit yang unggul dan memperhatikan PH tanah yang baik untuk melakukan pembibitan, hasil produksinya juga akan baik pada saat di panen dan menyebabkan kenaikan pada produksi padi. Saat pemeliharaannya pun juga sama apabila petani kurang serius dalam memeliharanya akan berakibat pada hasil produksi dan sebaliknya jika perawatan dan pemberian pupuk yang sesuai oleh petani akan menghasilkan produksi beras yang tinggi.

c)      Teknologi

Teknologi merupakan Faktor yang sangat menentukan pada proses produksi, teknologi dapat mengefesiensikan waktu, biaya dan tenaga. Semakin canggih teknologi yang digunakan produsen untuk memproduksi barang maka semakin baik hasil yang didapatkan oleh produsen tersebut. Untuk proses produksi padi teknologi yang digunakan diantaranya adalah alat penggarap sawah / Traktor, mesin perontok padi, mesin pemotong padi, dan mesin penggiling padi untuk dijadikan beras. Jika petani sudah menggunakan teknologi dengan maksimal maka dampak positif yang akan didapatkan petani adalah petani dapat memprodksi padi dalam jangka waktu lebih cepat, hemat tenaga dan biaya yang dikeluarkan untuk menggunakan teknologi tersebut dapat ditutupi oleh hasil yang lebih baik dan cepat pada produksi beras. Sehingga beras yang dihasilkan akan banyak dan mengalami kenaikan. Tetapi jika petani masih menggunakan alat yang tradisional seperti kerbau untuk membajak sawah, masih menggunakan celurit untuk memotong padi, akan membuat waktu produksi lebih lama dan hasilnya pun lebih sedikit sehingga hasil dari produksi berasnya akan sedikit dan mengalami penurunan pada produksi beras.

 

d)     Modal

Dalam ilmu ekonomi modal merupakan bagian penting dalam melaksanakan sebuah bisnis, karena modal memiliki peran yang sangat sentral, karena segala biaya dalam produksi akan ditanggung oleh modal. Dimulai pembelian bibit, pembelian pupuk untuk perawatan padi, pembelian mesin – mesin dan lain lain. Tetapi modal tidak hanya berupa uang jika dalam produksi beras, tanah tempat menanam padi bisa dijadikan modal, pengetahuan petani tentang padi juga modal yang sangat penting. Apabila petani memiliki modal yang sangat besar dan banyak, maka keuntungan yang didapatkan akan banyak karena produksi beras yang dihasilkan banyak dan mengalami kenaikan, tetapi jika sebaliknya modal yang dimiliki petani sedikit dan tanah yang digunakan untuk menanam padi hasil sewa dari orang lain, maka keuntungan yang didapatkan petani akan sedikit walau produksi beras yang dihsailkan banyak, tetapi jika produksi beras yang dihasilkan sedikit, biasanya petani akan mengalami kerugian. Jadi modal sangat penting dalam penurunan atau kenaikan produksi beras.

3.4  GAP Antara Teori & Praktik

Penyelesaian masalah produksi beras dalam satu kali panen berdasarkan teori, diantaranya:

a)      Meningkatkan Kapasitas dan Memberdayakan SDM serta Kelembagaan Usaha di Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian.

Adapun beberapa kebijakan operasional terkait dengan strategi tersebut adalah:

Ø  Meningkatkan penyuluhan, pendampingan, pendidikan dan pelatihan di bidang pasca panen, pengolahan serta pemasaran hasil pertanian;

Ø  Mengembangkan kelembagaan usaha pelayanan pascapanen, pengolahan dan pemasaran hasil pertanian yang langsung dikelola oleh petani/kelompok tani.

b)      Meningkatkan Inovasi Dan Diseminasi Teknologi Pasca Panen Dan Pengolahan.

Dalam hubungan tersebut, beberapa kebijakan yang akan dilaksanakan adalah:

Ø  Mengembangkan bengkel alsin pascapanen dan pengolahan hasil

Ø  Melakukan kerjasama dan koordinasi dengan sumber-sumber inovasi teknologi seperti lembaga riset, Perguruan Tinggi dan bengkel-bengkel swasta dalam rangka pengembangan dan diseminasi teknologi tepat guna.

Ø  Mengembangkan sistem sertifikasi dan apresiasi (penghargaan) terhadap inovasi teknologi yang dilakukan oleh masyarakat.

Ø  Mengembangkan pilot proyek dan percontohan penerapan teknologi pasca panen dan pengolahan hasil pertanian.

Ø  Memberikan penghargaan dengan kriteria mutu, rasa, skala usaha, tampilan terhadap produk olahan yang dihasilkan oleh para pelaku usaha.

c)      Meningkatkan Efisiensi Usaha Pasca Panen, Pengolahan Dan Pemasaran Hasil

Kebijakan dalam rangka meningkatkan mutu dan efisiensi produksi dan pemasaran hasil pertanian di antaranya adalah:

Ø  Revitalisasi teknologi dan sarana/ prasarana usaha pasca panen pengolahan dan pemasaran hasil pertanian;

Ø  Mengembangkan produksi sesuai potensi pasar;

Ø  Menerapkan sistem jaminan mutu, termasuk penerapan GAP, GHP dan GMP;

Ø  Mengembangkan kelembagaan pemasaran yang dikelola oleh kelompok tani di sentra produksi;

Ø  Mengupayakan sistem dan proses distribusi yang efisien.

Ø  Memfasilitasi pengembangan kewirausahaan dan kemitraan usaha pada bidang pemasaran hasil pertanian

d)     Pangsa Pasar Baik Di Pasar Domestik Maupun Internasional.

Dalam hubungan tersebut maka beberapa kebijakan dalam pengembangan pasar ialah:

Ø  Mengembangkan kegiatan riset pasar

Ø  Meningkatkan pelayanan informasi pasar;

Ø  Meningkatkan promosi dan diplomasi pertanian;

Ø  Mengembangkan infrastruktur dan sistem pemasaran yang efektif dan adil.

Ø  Rasionalisasi impor produk pertanian.

Ø  Memfasilitasi pengembangan investasi dalam pengembangan infrastruktur pemasaran.

Penyelesaian masalah produksi beras dalam satu kali panen berdasarkan praktek dibagi menjadi dua:

·         Berdasarkan Petani

Ø  Kebanyakan petani tidak memahami atau bahkan tidak mengetahui teori produksi itu sendiri, petani cenderung menggunakan pengalaman dan nalurinya dalam bertani dibandingkan dengan mengaplikasikan teori produksi yang sudah ada.

Ø  Petani cenderung lebih mengandalkan insting dalam bertanam padi dan tidak memikirkan keberhasilannya dimasa yang akan datang.

Ø  Petani lebih mementingkan egonya dalam bertanam tanpa memperhatikan teori yang sudah ada.

·         Berdasarkan Pemerintah

Tetapi sebenarnya pemerintah dapat berperan aktif dalam menanggulangi masalah yang dihadapi oleh petani dalam produksi beras, terutama mentri pertanian dan ketahanan pangan. Solusi yang harus dilakukan pemerintah adalah sebagai berikut :

Ø  Memberikan bantuan modal kepada para petani supaya bisa lebih mengembangkan pertaniannya, dengan membeli bibit yang berkualitas dan pupuk yang baik untuk merawat padinya.

Ø  Memberikan teknologi yang lebih moderen supaya petani dapat menghemat waktu produksi, biaya produksi dan tenaga yang dikeluarkan.

Ø  Memberikan pengairan apabila terjadi kekeringan.

Ø  Membentuk organisasi perkumpulan petani beras, supaya para petani bisa bekerjasama untuk melakukan usahanya.

Ø  Mengadakan seminar – seminar atau penyuluhan masalah pertanian supaya petani dapat paham dan mengerti teori yang ada untuk membantu petani dalam bertani.

Ø  Memperbaiki infrastuktur jalan supaya petani mudah menyalurkan berasnya.

Ø  Membuat koperasi bagi para petani

Setelah kami mendiskusikan dan menganilis mengenai penyelesaian masalah produksi beras dalam satu kali panen berdasarkan teori dan praktek, Kami menenemukan perbedaan yang mendasar antara teori dan praktek. Jadi kami menyimpulkan bahwa  terjadi GAP antara teori dan praktik dalam penyelesaian masalah beras dalam satukali panen.

Perbedaannya terdapat pada penyelesaian – penyelesaian masalah yang dilakukan oleh petani berbanding terbalik dengan teori, walaupun pemerintah telah menetapkan kebijakan sesuai dengan teori yang ada. Padahal apabila petani dapat menyelesaikan masalahnya sesuai dengan teori yang ada, maka petani akan lebih mudah menyelesaikan masalah dan menghilangkan GAP antara teori dan praktek.

3.5 Pembahasan dari penyelesaian/solusi dari kasus yg ada (diliat dari 2 sisi sebagai mahasiswa dan dari pemerintah)

Untuk meminimalisir atau bahkan menghilangkan GAP antara Teori dan Praktik, bisa dilakukan dengan mencari  solusi dari dua sudut pandang, yaitu :

A.    Berdasarkan Mahasiswa

Menurut kelompok kami sebagai mahasiswa, mahasiswa biswa berperan aktif dalam meminimalisi GAP antara teori dan Praktik dan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

Ø  Memberi tahu kepada petani untuk memaksimalkan dan meningkakan faktor – faktor produksi supaya hasil produksi yang didapatkan lebih banyak dan berkualitas. Sehingga dapat meningkatkan keuntungan dan kesejahteraan bagi para petani.

Ø  Melakukan kegiatan sosialisasi kepada para petani tentang teori yang dapat digunakan dalam proses produksi beras, sehingga petani dapat mengetahui dan mempraktekannya dalam pertaniannya.

Ø  Mendemonstrasikan kepada petani bagaiman cara bertani yang baik.

Ø  Melakukan penyuluhan kepada para petani dalam meningkatkan produksi beras.

Ø  Melakuakan study banding mengenai kegiatan pertanian.

B.     Berdasarkan Pemerintah

Apabila kami ditempatkan sebagai pemerintah, kami akan menetapkan kebijakan – kebijakan diantaranya adalah sebagai berikut :

Ø  Memberikan bantuan finansial terhadap petani, caranya dengan mengembangkan kelompok tani didesa-desa, dalam kelompok tani ini diberi pinjaman oleh pemerintah untuk mengolah modal ini agar terjadi perputaran modal.

Ø  Melakukan Pelatihan kepada para petani .

Ø  Membentuk badan / lembaga pertanian sebagai penampung aspirasi para petani.

Ø  Memberikan penyuluhan atau pelatihan langsung kepada petani untuk dapat Memaksimalkan lahan yang sempit tersebut agar dapat menghasilkan hasil pertanian yang maksimal.

Ø  Meningkatkan teknologi yang saat ini dipakai oleh petani caranya dengan lebih banyak mengadakan penelitian oleh ilmuwan dalam negeri.

Ø  Meningkatkan sistem irigasi yang saat ini sudah ada atau membuat sistem irigasi yang baik didaerah yang belum terdapat saluran irigasinya.

Ø  Regulasi konversi lahan dengan ditetapkannya kawasan lahan abadi yang eksistensinya dilindungi oleh Undang-undang.

Ø  Memberikan subsidi yang lebih banyak untuk pupuk agar petani lebih mudah memperoleh pupuk dan dengan harga yang mura


BAB IV

Kesimpulan dan Saran

A.    Kesimpulan

Teori produksi adalah studi tentang produksi atau proses ekonomi untuk mengubah faktor produksi (input) menjadi hasil produksi (output). Produksi menggunakan sumber daya untuk menciptakan barang atau jasa yang sesuai untuk digunakan.

Banyak masalah yang terjadi pada proses produksi. Salaha satunya pada bidang pertanian tentang proses produksi beras. Masalah – masalah yang terjadi dikarenakan oleh faktor – faktor produksi yang mempengaruhi, karena faktor – faktor produksi merupakan kunci dalam produksi untuk menghasilkan output produksi yang berkualitas.

Selain karena faktor – faktor produksi, adanya GAP antara teori yang sudah ada dengan praktek dikeadaan yang sebenarnya membuat masalah – masalah proses produksi sulit untuk dipecahkan. Tetapi apabila para pelaku produksi sudah mengetahui teori yang sudah ada dan mempraktekannya dilapangan, pasti masalah – masalah yang terjadi pada proses produksi dapat di pecahkan dengan mudah.

B.     Saran

Karena keterbatasan  informasi dan pengetahuan tentang Teori Produksi ditambah lagi dengan kurangnya pemahaman tentang Teori Produksi dan pembuatan makalah, mengakibatkan terdapat sedikit kesulitan dalam pembuatan makalah ini. Tetapi karena keterbatasan itulah kami termotivasi untuk menjadi lebih baik. Maka dari itu kami berharap agar dapat lebih memahami tentang tentang Teori Produksi dan pembuatan makalah, begitupun waktu yang dibutuhkan agar lebih di perpanjang lagi sehingga dapat dihasilkan makalah yang lebih baik lagi.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://blogspotcath.blogspot.com/2011/02/perilaku-produsenprodusen-dan-2.

http://economicsjurnal.blogspot.com/2010/06/ekonomi-mikro-menengah.html

http://www.ekonomikabisnis.com/arsip/kata-pengantar-fungsi-biaya.htm

http://www.kampus-info.com/2012/05/pengertian-produksi-menurut-para-ahli.html

https://radenbaguz.wordpress.com/teori-produksi-dalam-islam/

Pemahaman kelompok 2

Kreatifitas dan kritis kelompok 2

 

 

 

 

...................................................................I
...................................................................II

...................................................................1
...................................................................1
...................................................................2
...................................................................2
...................................................................2
...................................................................2

...................................................................4
...................................................................4
...................................................................5
...................................................................6
...................................................................7
...................................................................8
...................................................................8
...................................................................9
...................................................................10
...................................................................10
...................................................................10
...................................................................11
...................................................................13
...................................................................14
...................................................................16
...................................................................16
...................................................................17
...................................................................19

...................................................................19
...................................................................20


...................................................................22
...................................................................25
...................................................................26

...................................................................27
...................................................................27